Waktu membaca 9 Menit

ETF Terpopuler di Dunia yang Perlu Investor Ketahui

ETF terpopuler di dunia umumnya adalah ETF dengan dana kelolaan besar, likuiditas tinggi, biaya rendah, dan indeks acuan yang dikenal luas. Bagi investor Indonesia, ETF global seperti S&P 500, Nasdaq-100, dan total market ETF dapat menjadi cara untuk mendapatkan eksposur ke pasar saham internasional.

ETF terpopuler di dunia umumnya adalah ETF dengan dana kelolaan besar, likuiditas tinggi, biaya rendah, dan indeks acuan yang dikenal luas. Bagi investor Indonesia, ETF global seperti S&P 500, Nasdaq-100, dan total market ETF dapat menjadi cara untuk mendapatkan eksposur ke pasar saham internasional.

Poin penting

  • ETF terpopuler biasanya dinilai dari AUM, volume perdagangan, expense ratio, tracking error, dan bid-ask spread.
  • ETF global seperti VOO, SPY, IVV, QQQ, dan VTI sering masuk daftar ETF terbesar dan paling banyak diperdagangkan.
  • ETF S&P 500 populer karena memberi eksposur ke perusahaan besar AS dalam satu produk.
  • Investor Indonesia perlu memperhatikan risiko kurs USD/IDR, biaya transaksi, pajak dividen, dan kesesuaian ETF dengan tujuan investasi.
  • ETF populer belum tentu cocok untuk semua investor, sehingga riset dan manajemen risiko tetap penting.

ETF terpopuler di dunia umumnya adalah ETF yang memiliki dana kelolaan besar, volume perdagangan tinggi, biaya rendah, dan indeks acuan yang dikenal luas. Bagi investor Indonesia, memahami ETF global yang paling populer dapat membantu dalam membandingkan produk, melihat peluang diversifikasi, dan menilai risiko sebelum berinvestasi di pasar internasional.

Popularitas ETF tidak hanya ditentukan oleh nama besar. ETF yang besar dan likuid biasanya lebih mudah diperdagangkan, memiliki bid-ask spread yang lebih efisien, dan sering digunakan oleh investor ritel maupun institusi. Namun, ukuran besar bukan berarti ETF tersebut otomatis paling sesuai untuk semua orang. Investor tetap perlu melihat tujuan, horizon investasi, biaya, dan risiko aset dasar.

Beberapa ETF global yang sering masuk jajaran terbesar atau paling banyak digunakan investor dunia antara lain ETF S&P 500 seperti VOO, SPY, dan IVV, ETF Nasdaq-100 seperti QQQ, serta ETF total market seperti VTI. Pada Juli 2026, data FinanceCharts menempatkan VOO sebagai ETF terbesar berdasarkan total aset, diikuti oleh IVV dan SPY. ETF.com juga menyoroti VOO, SPY, dan IVV sebagai tiga ETF S&P 500 terbesar yang paling sering dibandingkan investor.

Memahami Metrik Popularitas ETF

Untuk mengetahui ETF terpopuler, investor perlu melihat beberapa metrik utama. Metrik ini membantu membedakan ETF yang benar-benar efisien dari ETF yang hanya sedang ramai dibicarakan.

Beberapa indikator utama yang perlu diperhatikan adalah:

Assets under management atau AUM

AUM menunjukkan total dana kelolaan dalam sebuah ETF. Semakin besar AUM, semakin besar pula dana investor yang masuk ke produk tersebut. AUM besar sering menjadi tanda bahwa ETF dipercaya banyak investor, meskipun tetap perlu dianalisis bersama biaya dan performa.

Volume perdagangan

Volume menunjukkan seberapa aktif ETF diperjualbelikan. ETF dengan volume tinggi biasanya lebih likuid, sehingga investor lebih mudah membeli atau menjual tanpa selisih harga yang terlalu besar.

Expense ratio

Expense ratio adalah biaya tahunan pengelolaan ETF. Biaya rendah penting untuk investor jangka panjang karena biaya yang kecil sekalipun dapat berdampak besar jika dihitung selama bertahun-tahun.

Tracking error

Tracking error menunjukkan seberapa dekat kinerja ETF mengikuti indeks acuannya. ETF indeks yang baik seharusnya memiliki tracking error rendah agar hasilnya tidak jauh berbeda dari benchmark.

Bid-ask spread

Bid-ask spread adalah selisih harga beli dan harga jual ETF di pasar. Spread yang sempit menunjukkan likuiditas lebih baik dan biaya transaksi tidak langsung yang lebih efisien.

ETF yang populer biasanya kuat di beberapa metrik sekaligus: AUM besar, volume tinggi, biaya rendah, tracking error kecil, dan spread yang efisien. Namun, investor tidak boleh melihat satu metrik saja. ETF berbiaya rendah tetapi tidak likuid tetap bisa kurang efisien saat diperdagangkan.

ETF S&P 500: VOO, SPY, dan IVV

ETF S&P 500 termasuk ETF terpopuler di dunia karena memberikan eksposur ke 500 perusahaan besar AS. Indeks ini mencakup berbagai sektor seperti teknologi, kesehatan, keuangan, konsumer, industri, energi, dan utilitas.

Tiga ETF S&P 500 yang paling dikenal adalah:

1. Vanguard S&P 500 ETF (VOO)

VOO banyak digunakan investor jangka panjang karena dikenal memiliki biaya rendah dan melacak S&P 500. ETF ini sering dipilih oleh investor yang ingin memiliki eksposur luas ke saham AS dengan strategi buy and hold.

2. SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY)

SPY adalah salah satu ETF paling likuid di dunia. ETF ini sering digunakan oleh trader dan investor institusi karena volume perdagangannya besar. Likuiditas tinggi dapat membantu eksekusi transaksi lebih efisien, terutama untuk investor yang aktif melakukan rebalancing.

3. iShares Core S&P 500 ETF (IVV)

IVV juga melacak S&P 500 dan dikenal sebagai pilihan populer untuk investor jangka panjang. Karakternya mirip dengan VOO, yaitu fokus pada eksposur luas ke saham besar AS dengan biaya yang relatif rendah.

Bagi investor Indonesia, ETF S&P 500 dapat menjadi cara sederhana untuk mendapatkan eksposur ke pasar saham AS tanpa harus memilih saham individual satu per satu. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko kurs USD/IDR, pajak dividen, biaya transaksi, dan volatilitas pasar saham AS.

ETF Nasdaq-100: QQQ

Selain ETF S&P 500, Invesco QQQ Trust (QQQ) juga termasuk ETF populer secara global. QQQ melacak Nasdaq-100, indeks yang banyak berisi perusahaan teknologi dan pertumbuhan besar. ETF ini memberi eksposur ke perusahaan seperti Apple, Microsoft, Nvidia, Amazon, Meta, dan perusahaan besar lain yang masuk dalam indeks Nasdaq-100.

QQQ menarik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur lebih besar ke sektor teknologi dan saham pertumbuhan. Namun, konsentrasi ke teknologi juga membuat risikonya lebih tinggi dibandingkan ETF yang lebih luas seperti S&P 500. Jika sektor teknologi mengalami koreksi, QQQ dapat turun lebih tajam.

Untuk investor Indonesia, QQQ bisa menjadi pilihan bagi yang ingin menambah eksposur ke saham teknologi global. Namun, porsi alokasinya perlu disesuaikan dengan profil risiko. Jangan memperlakukan QQQ seperti ETF pasar luas yang stabil, karena komposisinya lebih terkonsentrasi pada perusahaan growth dan teknologi.

ETF Total Market: VTI

Vanguard Total Stock Market ETF (VTI) adalah ETF yang memberi eksposur ke pasar saham AS secara lebih luas. Berbeda dari S&P 500 yang fokus pada 500 perusahaan besar, VTI mencakup lebih banyak saham, termasuk perusahaan besar, menengah, dan kecil.

VTI sering digunakan investor yang ingin memperoleh eksposur ke hampir seluruh pasar saham AS dalam satu produk. Untuk investor jangka panjang, ETF total market dapat menjadi alternatif jika ingin diversifikasi yang lebih luas dibandingkan hanya saham large-cap.

Bagi investor Indonesia, VTI dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi global. Namun, karena tetap berbasis pasar saham AS, risiko utama seperti volatilitas ekuitas, suku bunga AS, pergerakan dolar, dan kondisi ekonomi global tetap perlu diperhatikan.

ETF Obligasi dan Aset Lain

ETF terpopuler di dunia tidak hanya berasal dari saham. Ada juga ETF obligasi, emas, dan pasar berkembang yang banyak digunakan investor global untuk diversifikasi.

Beberapa kategori ETF global yang sering diperhatikan meliputi:

1. ETF obligasi AS

ETF obligasi digunakan untuk mendapatkan eksposur ke surat utang pemerintah atau korporasi. Produk ini biasanya dipakai untuk menyeimbangkan risiko saham, meskipun tetap sensitif terhadap perubahan suku bunga.

2. ETF emas

ETF emas memberikan eksposur ke pergerakan harga emas tanpa harus membeli emas fisik. ETF jenis ini sering digunakan sebagai alat diversifikasi saat pasar saham bergejolak.

3. ETF pasar berkembang

ETF emerging markets memberi eksposur ke saham dari negara berkembang. Potensinya bisa menarik, tetapi risikonya juga lebih tinggi karena dipengaruhi faktor politik, mata uang, likuiditas, dan kondisi ekonomi lokal.

4. ETF global ex-US

ETF jenis ini memberi eksposur ke pasar saham di luar Amerika Serikat. Produk seperti ini dapat membantu investor yang tidak ingin portofolionya terlalu bergantung pada pasar AS.

Kategori-kategori ini dapat menjadi pelengkap portofolio, tetapi investor perlu memahami aset dasar masing-masing ETF. ETF obligasi, emas, dan pasar berkembang memiliki karakter risiko yang berbeda dari ETF saham AS.

Cara Memilih ETF Terpopuler yang Sesuai

ETF populer belum tentu cocok untuk semua investor. Produk yang besar dan likuid bisa saja tidak sesuai jika risikonya terlalu tinggi, sektornya terlalu terkonsentrasi, atau mata uangnya tidak cocok dengan kebutuhan investor.

Sebelum memilih ETF global, investor Indonesia dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah ETF ini melacak indeks saham, obligasi, komoditas, atau sektor tertentu?
  • Apakah ETF cocok untuk tujuan jangka panjang atau lebih sesuai untuk trading?
  • Berapa expense ratio dan biaya transaksi yang perlu dibayar?
  • Seberapa besar volume perdagangan dan bid-ask spread ETF tersebut?
  • Apakah ETF membagikan dividen dan bagaimana perlakuan pajaknya?
  • Apakah ETF diperdagangkan dalam dolar AS atau mata uang lain?
  • Bagaimana dampak pergerakan USD/IDR terhadap hasil investasi?
  • Apakah ETF terlalu terkonsentrasi pada satu sektor atau beberapa saham besar?

Pertanyaan ini penting karena investor di Indonesia tidak hanya menghadapi risiko harga ETF, tetapi juga risiko nilai tukar. Jika rupiah menguat terhadap dolar AS, hasil investasi dalam rupiah bisa berkurang meskipun ETF naik dalam USD. Sebaliknya, jika rupiah melemah, nilai investasi dalam rupiah bisa meningkat, tetapi itu juga menambah volatilitas portofolio.

Risiko Investasi ETF Global

ETF sering dianggap lebih praktis karena berisi banyak aset dalam satu produk. Namun, ETF tetap memiliki risiko. Nilai ETF dapat turun ketika indeks acuannya turun. ETF sektoral juga bisa lebih volatil karena hanya fokus pada satu tema atau industri.

Beberapa risiko utama ETF global meliputi:

  • Risiko pasar. Jika pasar saham global turun, ETF saham juga dapat mengalami penurunan nilai.
  • Risiko kurs. Investor Indonesia yang membeli ETF berbasis dolar AS akan terpengaruh pergerakan USD/IDR.
  • Risiko konsentrasi. ETF tertentu bisa terlalu berat pada sektor teknologi atau beberapa saham besar.
  • Risiko likuiditas. ETF dengan volume rendah dapat memiliki bid-ask spread lebih lebar.
  • Risiko tracking error. Kinerja ETF dapat berbeda dari indeks acuannya karena biaya, metode replikasi, atau faktor teknis lain.
  • Risiko pajak dividen. ETF yang membagikan dividen dari aset AS dapat terkena withholding tax sesuai aturan yang berlaku.

Risiko-risiko ini tidak berarti ETF harus dihindari. Yang penting, investor memahami produk sebelum membeli dan menyesuaikan alokasi dengan tujuan investasi.

Relevansi ETF Global untuk Investor Indonesia

Bagi investor Indonesia, ETF terpopuler di dunia dapat menjadi referensi untuk membangun portofolio global. ETF seperti VOO, SPY, IVV, QQQ, dan VTI banyak digunakan karena menyediakan akses ke pasar saham AS yang besar dan likuid. Namun, ETF tersebut tetap perlu dibandingkan dengan kebutuhan pribadi.

Investor yang menginginkan eksposur luas ke saham AS dapat mempertimbangkan ETF S&P 500 atau total market. Investor yang lebih agresif terhadap sektor teknologi mungkin tertarik pada Nasdaq-100 ETF. Sementara itu, investor yang ingin menyeimbangkan risiko dapat mempelajari ETF obligasi, emas, atau global ex-US.

Pendekatan yang lebih sehat adalah menjadikan ETF sebagai bagian dari portofolio, bukan satu-satunya instrumen. Investor tetap perlu mempertahankan diversifikasi lintas aset, mempertimbangkan kebutuhan dalam rupiah, dan mengevaluasi portofolio secara berkala.

Kesimpulan

ETF terpopuler di dunia umumnya memiliki dana kelolaan besar, volume perdagangan tinggi, biaya kompetitif, dan indeks acuan yang dikenal luas. VOO, SPY, IVV, QQQ, dan VTI sering menjadi perhatian karena memberi akses ke pasar saham AS dan digunakan luas oleh investor global.

Namun, popularitas bukan jaminan bahwa sebuah ETF cocok untuk semua investor. Bagi investor Indonesia, faktor seperti risiko USD/IDR, biaya transaksi, pajak dividen, likuiditas, dan tujuan investasi tetap harus diperhitungkan.

ETF dapat membantu diversifikasi global, tetapi tetap memiliki risiko pasar. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Karena itu, keputusan membeli ETF sebaiknya didasarkan pada riset, pemahaman produk, dan manajemen risiko yang disiplin.

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

ETF terpopuler adalah ETF yang banyak digunakan investor karena memiliki AUM besar, volume perdagangan tinggi, biaya kompetitif, likuiditas baik, dan indeks acuan yang dikenal luas.

Beberapa ETF yang sering masuk daftar ETF terpopuler di dunia antara lain VOO, SPY, IVV, QQQ, dan VTI. ETF tersebut banyak digunakan karena memberi eksposur ke pasar saham AS yang besar dan likuid.

ETF S&P 500 yang populer antara lain VOO, SPY, dan IVV. Ketiganya melacak indeks S&P 500, tetapi memiliki perbedaan dalam biaya, likuiditas, dan gaya penggunaan.

ETF global dapat menjadi pilihan untuk diversifikasi, tetapi investor Indonesia perlu memperhatikan risiko kurs USD/IDR, biaya transaksi, pajak dividen, dan kesesuaian produk dengan tujuan investasi.

Investor dapat memilih ETF dengan melihat indeks acuan, expense ratio, AUM, volume perdagangan, tracking error, bid-ask spread, kebijakan dividen, dan risiko mata uang.

10 menit

REIT ETF & Saham: Investasi Properti Tanpa Beli Rumah

9 menit

Cara Investasi di S&P 500 untuk Investor Indonesia

9 menit

ETF Dividen: Panduan Lengkap untuk Investor Indonesia

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.